My Thoughts

Model ASSURE untuk Mendesain Pembelajaran Sukses (RESENSI)

Image result for buku assure
source: google

Judul Buku                : Model ASSURE untuk Mendesain

Pembelajaran Sukses

Penulis                       : Benny A Pribadi

Penerbit                     : Dian Rakyat

Kota Terbit                : Jakarta

Tahun Terbit             : 2011

Jumlah Halaman      : 178

Pembelajaran sukses perlu didesain secara bertahap (sistematik) dan menyeluruh (sistemik). Proses sistematik dan sistemik dalam merancang aktivitas pembelajaran pada umumnya diungkapkan dalam bentuk model desain pembelajaran. Buku yang ditulis oleh Pak Benny ini mengupas tentang satu model desain pembelajaran yaitu model ASSURE. Model desain pembelajaran ASSURE menggambarkan langkah-langkah yang sistematik dan menyeluruh tentang aktivitas yang dilakukan untuk mendesain program pembelajaran yang sukses.

Model ASSURE merupakan nama singkatan dari langkah-langkah desain pembelajaran yang terdiri dari: A (analyze learner characteristics), S (state performace objectives), S (select, methods, media, and materials), U (utilize materials), R (requires learner participation), E (evaluate and revise). Buku yang membahas utuh tentang langkah ASSURE ini sangat jarang ditemukan, bahkan dalam buku berbahasa Inggris sekalipun.

Model ASSURE yang diciptakan oleh Smaldino dan kawan-kawan (2005) ini merupakan model desain pembelajaran yang sangat sederhana dan mudah digunakan untuk menciptakan aktivitas pembelajaran sukses yang efektif, efisien dan menarik. Model ini dapat diaplikasikan untuk mendesain aktivitas pembelajaran, baik yang bersifat individual maupun kelompok. Selain itu guru dan perancang program pembelajaran (instructional designer) mendapat kemudahan dalam memilih metode, media, dan bahan ajar yang tepat untuk digunakan dalam menciptakan pembelajaran yang sukses.

Langkah awal dari model desain pembelajaran ASSURE adalah mengidentifikasi karakteristik siswa yang akan melakukan aktivitas pembelajaran. Setelah itu, menetapkan tujuan pembelajaran yang spesifik. Langkah berikutnya memilih metode, media dan bahan ajar yang akan digunakan. Lalu menggunakan ketiganya dalam kegiatan pembelajaran dan keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Dan langkah yang paling terakhir adalah melakukan evaluasi dan revisi untuk menilai efektivitas dan efisiensi program pembelajaran serta capaian hasil belajar siswa.

Selain membahas langkah-langkah dalam menerapkan model ASSURE, buku ini juga membahas teori belajar dan prinsip belajar yang sangat berkaitan dalam menerapkan model desain pembelajaran ASSURE. Teori belajar merupakan panduan untuk mengembangkan metode dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran.

Pengimplementasian model ASSURE dalam pembelajaran, pendidik dapat memanfaatkan media dan teknologi untuk memfasilitasi siswa belajar sehingga mampu mencapai kompetensi yang diharapkan. Pendidik juga perlu memiliki pemahaman yang baik tentang materi atau substansi pembelajaran, metode, media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam menempuh program pembelajaran dengan sukses.

Istilah pembelajaran sukses dalam buku ini dapat dimaknai sebagai aktivitas pembelajaran yang dapat  dimaknai sebagai aktivitas pembelajaran yang dapat memberikan dampak positif yaitu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap orang yang belajar (learner), menggunakan sumber daya tersedia, dan mampu menarik minat dan perhatian siswa untuk terlibat secara aktif dalam aktivitas pembelajaran.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk para pendidik atau calon pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang sukses.

Iklan
Tak Berkategori

I’m back🌻

Hi, I decided to continue this blog cause I think this is the right way to improve my writing skill😁

So the first reasons why I made this blog ya karena ini tugas dari salah satu mata kuliah di semester kemarin, dan setelah matkul itu selesai ya aku ga lanjutin ini blog wkwk

Dalam beberapa hari ini aku pikir kalau ya kenapa ga lanjutin nulis di blog ini lagi karena ya ga ada salah nya kan sekalian belajar nulis juga.

And this is it, I’m back guys 😂

The first topic is about PKL/magang aku di UT, so let’s check it out di next post ya~

EDUCATION

Procedure Text

Apa itu Procedure Text?

Ada tiga definisi “umum” mengenai procedure text :

  1. Teks yang menjelaskan bagaimana sesuatu bekerja atau teks yang menjelaskan cara menggunakan pedoman instruksi / penggunaan. contoh : cara menggunakan video, komputer, mesin fotokopi, fax dll.
  2. Teks yang menunjukan cara melakukan aktifitas tertentu. contoh : resep, aturan bermain game, eksperimen ilmiah, aturan keamanan berkendara.
  3. Teks yang berhubungan dengan tingkah laku manusia. contoh : cara hidup bahagian, cara sukses. dll..


The purpose procedural text is to tell the reader how to do or make something. The information is presented in a logical sequence of events which is broken up into small sequenced steps. These texts are usually written in the present tense. The most common example of a procedural text is a recipe.

Tujuan procedure text adalah memberitahu pembaca cara melakukan / membuat sesuatu. Informasi disajikan dengan urutan peristiwa yang logis. Peristiwa tersebut biasanya dibagi menjadi beberapa langkah-langkah terpisah. Teks ini biasanya ditulis menggunakan present tense. Contoh paling umum procedure text adalah resep masakan.
Generic Structure of Procedure Text
Seperti halnya pengertian procedure text di atas, generic structure (susunan umum) procedure text juga ada tiga :
(1) Goal (Maksud atau tujuan)
(2) Material Needed (Materi / alat / bahan yang dibutuhkan)
(3) Methods or Steps (Metode / langkah-langkah)

CONTOH:

How to make Sandwich
Ingredients

  • Mayonnaise
  • Butter
  • Sliced Bread
  • Mustard
  • Lettuce
  • Sliced Cheese 
  • Sliced Chicken
  • Tomato 
Tools
  • Butter Knife 
  • Plate
  • Cutting Board
  • knife
Steps
  1. Prepare all the ingredients and tools 
  2. Lay 2 slices of bread onto the cutting board.
  3. Butter the side of one piece of bread that is facing up, using the butter knife.
  4. Spread a small amount of mayonnaise on one side of the other slice of bread.
  5. With the plain sides of the slices of bread facing down, place 1-3 leaves of lettuce onto the buttered slice of bread.
  6. Take 2-5 slices of chicken and place on the same slice of bread the lettuce is on.
  7. Slice the tomato so each slice is about ¾ of a centimetre each. Cut as many slices as you would like for your sandwich.
  8. Apply mustard onto either slices of bread and spread the mustard onto the slice of bread with just the mayonnaise on it.
  9. Place 2-6 slices of cheese onto one of the two slices of bread.
  10. Take the bread slice with the mayonnaise and place mayonnaise side down onto the other slice with the other ingredients on it.
  11. Enjoy your sandwich
Tugas
Buatlah sebuah teks prosedur.

 

Tak Berkategori

Mitos tentang Gaya Belajar

Setiap siswa berbeda, begitu pula dengan gaya belajarnya. Kemampuan siswa dalam mencerna materi pelajaran tergantung pada gaya belajar masing-masing. Disini ada 7 Gaya Belajar Utama, tapi tiga yang pertama adalah yang paling umum dan banyak digunakan:

  1. Visual: Dimana peserta didik lebih suka menggunakan gambar, gambar dan pemahaman spasial
  2. Auditorial: Dimana peserta didik lebih memilih rangsangan akustik
  3. Kinestetik: Dimana peserta didik lebih suka menggunakan tubuh, tangan, memberi isyarat dan menyentuh
  4. Verbal: Dimana pelajar lebih suka bicara dan menulis
  5. Matematikal: Dimana peserta didik lebih suka menggunakan logika dan penalaran
  6. Interpersonal: Dimana peserta didik lebih suka belajar dan berfungsi dalam kelompok
  7. Intrapersonal: Dimana pelajar lebih suka belajar mandiri dan belajar sendiri

Advokat teori gaya belajar berpendapat bahwa: Pendidik dapat mencapai hasil yang jauh lebih baik saat mereka melibatkan gaya belajar siswa dalam mempertimbangkan dan menciptakan materi pelajaran yang paling sesuai dengan gaya belajar siswa tersebut. Musuh teori gaya belajar mengatakan bahwa konsep ini salah paham dan tidak terbukti secara ilmiah, dan mereka berpendapat bahwa gaya belajar membuat pendidik memahami apa yang memotivasi dan merangsang secara spontan siswa mereka, namun tidak dapat menjamin hasil yang sukses atau memprediksinya. Jadi, di manakah kebenarannya dan di mana letak mitos Gaya Belajar?

Kebenarannya..

Pertama, memang benar bahwa setiap siswa berbeda dan perbedaan ini mempengaruhi cara siswa belajar. Beberapa siswa memiliki kebutuhan khusus dan juga kemampuan khusus. Dan tidak ada yang bisa membantah bahwa kecerdasan datang dalam berbagai tingkatan dan bentuk.

Kedua, siswa memiliki minat yang berbeda dan ketika seseorang tertarik pada subjek, kemungkinan dia akan belajar lebih cepat dan lebih mendalam.

Ketiga, peserta didik memiliki latar belakang yang beragam, sesuatu yang tidak diragukan lagi mempengaruhi pembelajaran mereka.

Dan yang terakhir, ada siswa dengan berbagai ketidakmampuan belajar, sesuatu yang pada akhirnya mempengaruhi cara mereka belajar dan memerlukan pendekatan khusus dengan pendidik.

Mitosnya adalah..

  1. Tidak ada bukti yang meyakinkan untuk membuktikan bahwa ketika seorang pendidik mengubah cara mengajarnya sesuai dengan gaya belajar muridnya benar-benar membantu mereka untuk belajar.
  2. Tidak ada pembelajaran yang “lebih baik” atau “lebih cepat” sebagai hasil penerapan preferensi individu ke dalam suatu pembelajaran. Ini hanya gaya yang pada akhirnya tidak ada bedanya dalam belajar.
  3. Pendidik seharusnya tidak hanya mempertimbangkan gaya belajar siswa mereka, tapi juga latar belakang dan minat mereka.

 

 

 

Sumber: The Myth Of Learning Styles

Tak Berkategori

Kosku Istanaku

HOLAAAAA Readers 😉 kali ini saya akan share tentang kos yang saya tinggali di Jalan Parkit V no.3B, Air Tawar Barat, Padang

IMG_7371
Pintu Masuk Utama

 

IMG_7370
Parkiran
IMG_7368
Halaman Depan
IMG_7367
Bagian dalam terdapat 10 kamar
IMG_7365
Nyaman & asri kan?? wkwk
IMG_7364
Selalu sepi ehehe

Fasilitas di kamar: Exhaust Fan dan Spring Bed atas bawah (include sprei)

Fasilitas kos: Mesin cuci, Wifi, LED TV, Kulkas, Kompor Gas

Biaya: Rp. 720.000/bulan (sudah termasuk uang kebersihan)

Token listrik biasaya Rp.50.000/bulan sudah termasuk uang gas